Latest Entries »

siklon tropisss


Siklon Tropis

Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

Secara teknis, siklon tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.

 

Kadangkala di pusat siklon tropis terbentuk suatu wilayah dengan kecepatan angin relatif rendah dan tanpa awan yang disebut dengan mata siklon. Diameter mata siklon bervariasi mulai dari 10 hingga 100 km. Mata siklon ini dikelilingi dengan dinding mata, yaitu wilayah berbentuk cincin yang dapat mencapai ketebalan 16 km, yang merupakan wilayah dimana terdapat kecepatan angin tertinggi dan curah hujan terbesar.

Masa hidup suatu siklon tropis rata-rata berkisar antara 3 hingga 18 hari. Karena energi siklon tropis didapat dari lautan hangat, maka siklon tropis akan melemah atau punah ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan.

Siklon tropis dikenal dengan berbagai istilah di muka bumi, yaitu “badai tropis” atau “typhoon” atau “topan” jika terbentuk di Samudra Pasifik Barat, “siklon” atau “cyclone” jika terbentuk di sekitar India atau Australia, dan “hurricane” jika terbentuk di Samudra Atlantik.

Kecepatan Angin Maksimum

Yang dimaksud dengan kecepatan angin maksimum adalah angin permukaan rata-rata 10 menit tertinggi yang terjadi di dalam wilayah sirkulasi siklon. Angin dengan kecepatan tertinggi ini biasanya terdapat di wilayah cincin di dekat pusat siklon, atau jika siklon ini memiliki mata, berada di dinding mata.

Ukuran Siklon Tropis

Ukuran siklon tropis menyatakan diameter wilayah yang mengalami gale force wind. Ukuran siklon tropis bervariasi. mulai dari 50 km (Cyclone Tracy, 1977) hingga 1100 km (Typhoon Tip, 1979).

Daerah pertumbuhan siklon tropis mencakup Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia dan Pasifik Selatan. Sekitar 2/3 kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara. Sekitar 65% siklon tropis terbentuk di daerah antara 10° – 20° dari ekuator, hanya sekitar 13% siklon tropis yang tumbuh diatas daerah lintang 20° , sedangkan di daerah lintang rendah (0° – 10°) siklon tropis jarang terbentuk.

Daerah Pertumbuhan

Daerah pertumbuhan siklon tropis dapat dibagi menjadi 7 (tujuh) wilayah. Ini mencakup wilayah lautan di seluruh dunia.

Tabel: Daerah pertumbuhan siklon tropis di seluruh dunia

Nomor

Nama Daerah Pertumbuhan

Luasan Wilayah

1

Atlantik Utara

Samudra Atlantik Utara, Laut Karibia dan Teluk Meksiko

2

Pasifik Timur Laut

Amerika Utara hingga 180° BT

3

Pasifik Barat Laut

Sebelah Barat 180° BT, termasuk Laut Cina Selatan

4

Hindia Utara

Teluk Benggala dan Laut Arab

5

Hindia Selatan

Samudra Hindia Selatan sebelah Barat 100° BT

6

Hindia Tenggara / Australia

Bumi Belahan Selatan 100 – 142° BT

7

Pasifik Barat Daya / Australia

Bumi Belahan Selatan sebelah Timur 142° BT

 

Proses Terbentuknya Siklon Tropis

Seperti namanya, siklon tropis tumbuh diperairan disekitar daerah tropis, terutama yang memiliki suhu muka laut yang hangat.

Jumlah siklon tropis yang tumbuh dibelahan bumi utara rata-rata 57.3 kejadian dalam satu tahun dan dibelahan bumi selatan rata-rata 26.3 siklon tropis dalam setahun (berdasarkan data tahun 1968 – 1989).

Siklon tropis dapat terbentuk dengan persyaratan berikut ini:

  1. Suhu permukaan laut sekurang-kurangnya 26.5 C hingga ke kedalaman 60 meter
  2. Kondisi atmosfer yang tidak stabil yang memungkinkan terbentuknya awan Cumulonimbus. Awan-awan ini, yang merupakan awan-awan guntur, dan merupakan penanda wilayah konvektif kuat, adalah penting dalam perkembangan siklon tropis.
  3. Atmosfer yang relatif lembab di ketinggian sekitar 5 km. Ketinggian ini merupakan atmosfer paras menengah, yang apabila dalam keadaan kering tidak dapat mendukung bagi perkembangan aktivitas badai guntur di dalam siklon.
  4. Berada pada jarak setidaknya sekitar 500 km dari katulistiwa. Meskipun memungkinkan, siklon jarang terbentuk di dekat ekuator.
  5. Gangguan atmosfer di dekat permukaan bumi berupa angin yang berpusar yang disertai dengan pumpunan angin.
  6. Perubahan kondisi angin terhadap ketinggian tidak terlalu besar. Perubahan kondisi angin yang besar akan mengacaukan proses perkembangan badai guntur.

 

Siklus Hidup Siklon Tropis

Siklon tropis mempunyai daur hidup mulai dari proses pembentukannya hingga saat kepunahannya. Siklus hidup siklon tropis dapat dibagi menjadi empat tahapan, yaitu :

  1. Tahap pembentukan

Ditandai dengan adanya gangguan atmoster. Jika dilihat dari citra satelit cuaca, gangguan ini ditandai dengan wilayah konvektif dengan awan-awan cumulonimbus. Pusat sirkulasi seringkali belum terbentuk, namun kadangkala sudah nampak pada ujung sabuk perawanan yang membentuk spiral.

  1. Tahap belum matang

Pada tahap ini wilayah konvektif kuat terbentuk lebih teratur membentuk sabuk perawanan melingkar (berbentuk spiral) atau membentuk wilayah yang bentuknya relatif bulat. Intensitasnya meningkat secara simultan ditandai dengan tekanan udara permukaan yang turun mencapai kurang dari 1000 mb serta kecepatan angin maksimum yang meningkat hingga mencapai gale force wind (kecepatan angin ≥ 34 knot atau 63 km/jam). Angin dengan kecepatan maksimum terkonsentrasi pada cincin yang mengelilingi pusat sirkulasi. Pusat sirkulasi terpantau jelas dan mulai tampak terbentuknya mata siklon.

  1. Tahap matang

Pada tahap matang, bentuk siklon tropis cenderung stabil. Tekanan udara minimum di pusatnya dan angin maksimum di sekelilingnya yang tidak banyak mengalami fluktuasi berarti. Sirkulasi siklonik dan wilayah dengan gale force wind meluas, citra satelit cuaca menunjukkan kondisi perawanan teratur dan lebih simetris. Pada siklon tropis yang lebih kuat dapat jelas terlihat adanya mata siklon. Fenomena ini ditandai dengan wilayah bersuhu paling hangat di tengah-tengah sistem perawanan dengan angin permukaan yang tenang dan dikelilingi oleh dinding perawanan konvektif tebal di sekelilingnya (dinding mata). Kecuali jika siklon tropis berada di wilayah yang sangat mendukung perkembangannya, tahap matang biasanya hanya bertahan selama kurang lebih 24 jam sebelum intensitasnya mulai melemah.

  1. Tahap pelemahan

Pada tahap punah, pusat siklon yang hangat mulai menghilang, tekanan udara meningkat dan wilayah dengan kecepatan angin maksimum meluas dan melebar menjauh dari pusat siklon. Tahap ini dapat terjadi dengan cepat jika siklon tropis melintas di wilayah yang tidak mendukung bagi pertumbuhannya, seperti misalnya memasuki wilayah perairan lintang tinggi dengan suhu muka laut yang dingin atau masuk ke daratan. Dari citra satelit dapat terlihat jelas bahwa wilayah konvektif siklon tropis tersebut berkurang, dan sabuk perawanan perlahan menghilang.

Waktu rata-rata yang dibutuhkan sebuah siklon tropis dari mulai tumbuh hingga punah adalah sekitar 7 (tujuh) hari, namun variasinya bisa mencapai 1 hingga 30 hari.

 

Perbedaan Antara Siklon, Tornado, Puting Beliung & Water Spout

Siklon, tornado, puting beliung dan water spout sama-sama merupakan pusaran atmosfer. Namun demikian, ukuran diameter tornado, puting beliung dan water spout sama-sama berkisar pada ratusan meter, sedangkan ukuran diameter siklon dapat mencapai ratusak kilometer. Tornado terjadi di atas daratan, sedangkan siklon tropis di atas lautan luas. Siklon tropis yang memasuki daratan akan melemah dan kemudian mati. Puting beliung merupakan sebutan lokal untuk tornado skala kecil yang terjadi di Indonesia, dan water spout merupakan tornado yang terjadi di atas perairan, (dapat berupa danau maupun laut).

Perbedaan siklon dan tornado dapat dilihat pada tabel berikut:

Kriteria

Siklon

Tornado

Daerah tumbuhnya

Di laut, umumnya di atas lintang 10 derajat utara maupun selatan

Di darat. Tornado yang terjadi di perairan disebut water spout

Arah gerak

Untuk siklon di bumi belahan selatan umumnya bergerak ke arah barat atau barat daya, sedangkan untuk siklon di bumi belahan utara umumnya bergerak ke arah barat atau barat laut.

Arah pergerakannya tergantung pada arah gerak badai guntur (thunderstorm) pembentuknya.

Ukuran diameter

ratusan meter.

Ratusan kilometer.

Lama hidupnya

1 – 30 hari, dengan rata-rata 3 – 8 hari.

3 menit hingga lebih dari satu jam.

 

Siklon Tropis, Badai Tropis, Hurricane & Typhoon

Badai tropis merupakan kata lain siklon tropis. Hurricane merupakan sebutan bagi siklon tropis di Samudra Pasifik Selatan, Samudra Pasifik Timur Laut dan Samudra Atlantik Utara yang mempunyai kecepatan angin maksimum lebih dari 64 knot (119 km/jam). Sedangkan typhoon atau topan adalah hurricane yang terjadi di Samudra Pasifik Barat Laut.

 

Musim Siklon di Sekitar Indonesia

Apakah Indonesia Dilalui oleh Siklon Tropis?

Menurut klimatologinya, wilayah Indonesia yang terletak di sekitar garis katulistiwa termasuk wilayah yang tidak dilalui oleh lintasan siklon tropis. Namun demikian banyak juga siklon tropis yang terjadi di sekitar wilayah Indonesia, dan memberikan dampak tidak langsung pada kondisi cuaca di Indonesia. Contohnya saja, siklon tropis Rosie (2008) yang terbentuk di sebelah barat Banten, siklon tropis Kirrily yang terbentuk di sekitar Kepulauan Aru, siklon tropis Inigo, yang pada saat masih berupa bibit siklon sempat melintasi Nusa Tenggara dan badai tropis Vamei (2001), yang diklaim sebagai badai tropis yang terbentuk paling dekat dengan katulistiwa yaitu di sekitar semenanjung Malaka, tepatnya pada koordinat 1.5° LU.

 

Dengan menggunakan data tahun 1964 hingga 2005 untuk kejadian siklon tropis di wilayah Samudra Hindia Tenggara dan tahun 1951 hingga 2006 untuk kejadian siklon tropis di wilayah Pasifik Barat Laut, telah dilakukan perhitungan untuk mendapatkan gambaran kejadian siklon tropis di wilayah dekat Indonesia terutama di wilayah antara 90° hingga 150° BT dan 30° LS hingga 30° LU.

Siklon Tropis di Sebelah Selatan Indonesia

Untuk siklon-siklon tropis di wilayah dekat Indonesia dengan histori data selama 42 tahun diketahui bahwa di sebelah Selatan siklon tropis terbanyak terjadi pada bulan Februari yaitu 23% kejadian dalam sebulan. Disusul kemudian dengan bulan Maret (22%), Januari (21%), Desember (14%) dan April (11%).

Namun demikian pada bulan Juni, Juli, Agustus dan September diketahui merupakan bulan-bulan yang selama 42 tahun hampir tidak terdapat kejadian siklon tropis sama sekali.

 

Siklon tropis di wilayah ini paling sering terjadi pada bulan Februari yaitu 122 kejadian selama 42 tahun, dengan rata-rata kejadian mencapai 2,9 kejadian per tahun. Pada bulan ini kejadian siklon tropis terbanyak dialami pada tahun 1968 dimana pada saat itu terjadi 7 (tujuh) kali kejadian siklon tropis. Namun demikian ada saatnya pula di bulan Februari tidak terdapat satupun kejadian siklon tropis seperti pada tahun 1967, 1990 dan 2002.

Bulan Desember yang merupakan bulan teraktif kedua, selama 42 tahun terdapat 76 kejadian siklon tropis dengan nilai rata-rata sebesar 1,8 kejadian per tahun. Kondisi ekstrim pernah dialami pada tahun 1973 dimana terdapat 6 kali kejadian siklon tropis dalam satu bulan.

Pada bulan Juni dan Agustus terjadi frekuensi terkecil dimana selama 42 tahun tidak pernah sekalipun terdapat adanya kejadian siklon tropis.

 

Siklon tropis di sebelah utara Indonesia

Dengan data histori yang lebih panjang (56 tahun), diketahui bahwa wilayah dekat Indonesia sebelah Utara siklon tropis terbanyak terjadi pada bulan Agustus dimana 20% siklon tropis terjadi pada bulan ini. Disusul kemudian dengan bulan September (18%), Juli dan Oktober (15%).

Di bulan Agustus, dengan rata-rata kejadian sebanyak 5,2 kali siklon tropis per tahun, kondisi ekstrim maksimum pernah terjadi pada tahun 1960 (13 kali kejadian siklon tropis dalam sebulan) dan kondisi ekstrim minimum terjadi di tahun 1980 (hanya terjadi 2 kali kejadian siklon tropis dalam sebulan). Dan sebaliknya dengan jumlah kejadian terkecil 13 kali dalam 56 tahun, bulan Februari mengalami kejadian ekstrim maksimum pada tahun 1967 dan 1976 dengan 2 kali kejadian siklon tropis dan pada 45 tahun lainnya tidak mengalami siklon tropis sama sekali.

Pada bulan Agustus yang merupakan bulan paling sibuk bagi pertumbuhan siklon tropis di wilayah ini, dari 323 kejadian terdapat 107 kejadian yang berkembang menjadi badai tropis dan 81 diantaranya berkembang lebih jauh menjadi hurricane. Di bulan Februari yang merupakan bulan dengan jumlah kejadian siklon tropis paling sedikit (13 kejadian), hanya terdapat satu siklon tropis yang berkembang menjadi hurricane.

 

Dampak Siklon Tropis

Karena ukurannya yang sangat besar serta angin kencang dan gumpalan awan yang dimilikinya, siklon tropis menimbulkan dampak yang sangat besar pada tempat-tempat yang dilaluinya. Dampak ini bisa berupa angin kencang, hujan deras berjam-jam, bahkan berhari-hari yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan gelombang badai (storm surge).

Siklon tropis di laut dapat menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin kencang, mengganggu pelayaran internasional dan berpotensi untuk menenggalamkan kapal. Siklon tropis dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi. Di daratan, angin kencang dapat merusak atau menghancurkan kendaraan, bangunan, jembatan dan benda-benda lain, mengubahnya menjadi puing-puing beterbangan yang mematikan. Gelombang badai (storm surge) atau peningkatan tinggi permukaan laut akibat siklon tropis merupakan dampak yang paling buruk yang mencapai daratan.

Menurut sejarah, 90% siklon tropis mematikan. Perputaran siklon tropis yang mencapai daratan dan vertical wind shear di sekelilingnya akan menghasilkan tornado. Tornado dapat juga dihasilkan sebagai akibat dari vortisitas di dinding mata siklon yang tetap bertahan hingga mencapai daratan.

Dampak Langsung

Yang dimaksud sebagai dampak langsung siklon tropis adalah dampak yang ditimbulkan oleh siklon tropis terdapat daerah-daerah yang dilaluinya. Ini dapat berupa gelombang tinggi, gelombang badai atau storm surge yang berupa naiknya tinggi muka laut seperti air pasang tinggi yang datang tiba-tiba, hujan deras serta angin kencang.

Contoh ketika suatu wilayah di Indonesia mengalami dampak langsung keberadaan siklon tropis adalah ketika terjadi peristiwa langka yaitu tumbuh siklon tropis Kirrily di atas Kepulauan Kai, Laut Banda, pada 27 April 2009. Kirrily menyebabkan hujan lebat dan storm surge di wilayah ini. Tercatat puluhan rumah rusak dan puluhan lainnya terendam, jalan raya rusak, dan gelombang tinggi terjadi dari 26 hingga 29 April. Curah hujan tercatat per 24 jam yang tercatat adalah di Tual adalah sebanyak 20mm, 92mm dan 193mm, masing-masing untuk tanggal 27, 28 dan 29 April 2009.

 

Dampak Tidak Langsung

Indonesia bukan merupakan daerah lintasan siklon tropis, namun demikia keberadaan siklon tropis di sekitar Indonesia, terutama yang terbentuk di sekitar Pasifik Barat Laut, Samudra Hindia Tenggara dan sekitar Australia akan mempengaruhi pembentukan pola cuaca di Indonesia. Perubahan pola cuaca oleh adanya siklon tropis inilah yang kemudian menjadikan siklon tropis memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

Dampak tidak langsung atas adanya siklon tropis dapat berupa berbagai hal, diantaranya yaitu:

  1. Daerah pumpunan angin.

Siklon tropis yang terbentuk di sekitar perairan sebelah utara maupun sebelah barat Australia seringkali mengakibatkan terbentuknya daerah pumpunan angin di sekitar Jawa atau Laut Jawa, NTB, NTT, Laut Banda, Laut Timor, hingga Laut Arafuru. Pumpunan angin inilah yang mengakibatkan terbentuknya lebih banyak awan-awan konvektif penyeab hujan lebat di daerah tersebut.

Dilihat dari citra satelit, daerah pumpunan angin terlihat sebagai daerah memanjang yang penuh dengan awan tebal yang terhubung dengan perawanan siklon tropis, sehingga terlihat seolah-olah siklon tropis tersebut mempunyai ekor. Itulah sebabnya daerah pumpunan angin ini seringkali disebut sebagai ekor siklon tropis.

Contoh kasus ketika Indonesia terkena ekor siklon tropis adalah pada saat terjadi siklon tropis George (2 Maret 2007) yang mengakibatkan adanya daerah pumpunan angin yang memanjang dari Jawa TImur hingga ke Nusa Tenggara Timur. Curah hujan yang tercatat pada saat itu di Ruteng, Waingapu, Rote, Kupang berturut-turut adalah sebanyak 172 mm, 52 mm, 78 mm, 73 mm.

 

Daerah pumpunan angin yang terbentuk oleh Siklon George (2007), membentuk ekor siklon yang menambah intensitas hujan di Jawa Timur hingga NTT.

  1. Daerah belokan angin

Adanya siklon tropis di perairan Samudra Hindia Tenggara kadangkala menyebabkan terbentuknya daerah belokan angin di sekitar Sumatra bagian Selatan atau Jawa bagian Barat. Daerah belokan angin ini juga dapat mengakibatkan terbentuknya lebih banyak awan-awan konvektif penyebab hujan lebat di daerah tersebut.

  1. Daerah defisit kelembaban

Bersamaan dengan adanya siklon tropis di perairan sebelah utara Sulawesi atau di Laut Cina Selatan seringkali teramati bersamaan dengan berkurangnya curah hujan di wilayah Sulawesi bagian utara atau Kalimantan. Meskipun belum ada penelitian lebih lanjut, namun ditengarai bahwa fenomena ini disebabkan karena siklon tropis tersebut menyerap persediaan udara lembab yang terdapat dalam radius tertentu di sekitarnya, termasuk yang terkandung di atmosfer di atas Kalimantan dan Sulawesi bagian utara sehingga di wilayah ini justru udaranya kering dan kondisi cuacanya cenderung cerah tak berawan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama Siklon Tropis

Tiap siklon tropis memiliki nama masing-masing. Di Samudra Atlantik dan di sekitar Australia, siklon tropis diberi nama seperti nama manusia. Misalnya, ada siklon tropis Andrew yang pernah menyapu bersih pantai Florida pada tahun 1992, atau siklon tropis Tracy yang meratakan 80% pemukiman di Darwin pada tahun 1998. Di Samudra Pasifik Barat, nama siklon tropis bisa lebih bervariasi seperti misalnya siklon tropis Anggrek (nama bunga), Durian (nama buah), Nuri (burung parkit bermahkota biru), Halong (nama teluk di Vietnam), Mekhala (bidadari guntur), Bavi (nama deretan pegunungan di Vietnam bagian Utara), hingga Fengshen (dewa angin).

 

Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis (TCWC)

Tujuan utama dari sebuah sistem peringatan dini siklon tropis adalah untuk meminimalkan korban jiwa dan harta benda serta masalah yang diakibatkan oleh siklon tropis dengan menyediakan peringatan dini yang akurat dan tepat waktu bagi komunitas yang terancam.

Dalam sistem peringatan dini siklon tropis ada 4 (empat) pihak yang memiliki peranan yang besar, yaitu :

  1. Lembaga meteorologi yang mengeluarkan peringatan dini
  2. Media (cetak maupun elektronik) yang menyebarluaskan peringatan dini
  3. Instansi yang menangani masalah bencana baik di tingkat pusat maupun daerah
  4. Masyarakat yang terancam oleh bencana alam tersebut

Skema alur informasi sistem peringatan dini siklon tropis dan proses umum penerbitan peringatan dini siklon tropis dapat dilihat pada gambar berikut :

Oleh karena siklon tropis sangat berbahaya, di seluruh dunia tersebar berbagai pusat peringatan dini siklon tropis (Tropical Cyclone Warning Centre) yang bertugas untuk memonitor setiap kejadian siklon tropis. Di setiap tempat, monitoring ini berjalan setiap hari selama 24 jam tanpa henti dengan menggunakan berbagai teknologi mulai dari satelit, radar, stasiun-stasiun pengamatan dengan ataupun tanpa awak. Tujuannya adalah untuk mengetahui tempat tumbuhnya siklon tropis, pergerakannya dan kekuatannya.

Selain itu, pusat-pusat peringatan dini ini juga bertugas untuk memberi informasi dan peringatan dini serta menyebarkan informasi tersebut ke wilayah-wilayah yang terkena dampaknya.

Di dalam kerangka internasional, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) melalui Tropical Cyclone Program (TCP) telah membuat suatu sistem peringatan dini siklon tropis, dimana pada tiap daerah pertumbuhan siklon tropis terdapat pusat-pusat peringatan dini siklon tropis.

Tropical Cyclone Program WMO (WMO/TCP) bertujuan untuk mendorong dan mengkoordinir perencanaan dan implementasi tindakan mitigasi bencana yang diakibatkan oleh siklon tropis di seluruh dunia. Karena tidak semua wilayah dipengaruhi oleh siklon tropis dan struktur regional tidak selalu bertepatan dengan basin siklon tropis, TCP mendirikan komite siklon tropis yang meluas hingga ke badan-badan regional. Komite ini juga meliputi beberapa samudra yang merupakan lokasi pertumbuhan siklon tropis. Petunjuk teknis dibuat untuk menjalankan program siklon tropis ini. Petunjuk teknis tersebut antara lain berisi informasi seperti: tugas stasiun, alamat-alamat, telepon dan nomor telekomunikasi lain, prosedur telekomunikasi, terminologi, definisi, prosedur, konvensi penamaan siklon tropis, unit konversi, koordinasi, persyaratan analisis, diseminasi dan observasi radar dan satelit, pengintaian pesawat terbang, dan susunan kalimat dalam warning. Melalui WMO/TCP telah dibuat suatu standarisasi prosedural yang patut dipertimbangkan dalam pelaksanaannya di badan-badan regional.

Pada dasarnya ada 2 (dua) jenis peringatan dini siklon tropis, yaitu peringatan dini untuk wilayah daratan dan perairan pantai, serta peringatan dini untuk laut lepas (kadang dikenal juga sebagai marine warning). Setiap negara anggota badan regional biasanya bertanggung jawab untuk membuat peringatan dini di wilayah daratan dan perairan pantai masing-masing. Sedangkan untuk peringatan dini laut lepas telah ditunjuk beberapa pusat peringatan dini siklon tropis (Tropical Cyclone Warning Centre, TCWC), dimana tiap TCWC telah memiliki daerah tanggung jawabnya masing-masing.

Nama

Wilayah Tanggung Jawab

WMO/Regional Association I (RA I) Tropical Cyclone Committee

Samudra Hindia Selatan

WMO/Regional Association IV (RA IV) Hurricane Committee

Samudra Atlantik Utara, Laut Karibia, Teluk Meksiko dan Pasifik Utara bagian Timur

WMO/Regional Association V (RA V) Tropical Cyclone Committee

Samudra Pasifik Selatan dan Samudra Hindia Tenggara

WMO/ESCAP Panel on Tropical Cyclones

Teluk Benggala dan Laut Arab

WMO/ESCAP Typhoon Committee

Jepang dan Asia Tenggara

 

 

 

 

 

 

Jakarta TCWC

Early Detection for a Better Life

“Tujuan umum sistem peringatan dini siklon tropis adalah meminimalkan korban jiwa dan harta akibat bencana alam yang disebabkan oleh siklon tropis melalui penyediaan peringatan dini yang tepat waktu dan akurat bagi masyarakat yang terancam bahaya.”

Sejarah singkat TCWC Indonesia

Indonesia merupakan anggota Regional Association V Tropical Cyclone Committee (RA-V TCC), sebuah komite internasional di bawah Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). Komite ini dibentuk pada sidang RA V-IX tahun 1986 yang lalu memutuskan pengoperasian pusat-pusat peringatan dini siklon tropis di seluruh dunia. Dan pada pertemuan ini Indonesia mendapat kewajiban untuk memberikan peringatan dini siklon tropis pada daerah tanggung jawabnya, yaitu 90° – 125° BT, 0° – 10° LS

Pada sidang RA V-XII tahun 1998 diputuskan bahwa untuk sementara waktu tanggung jawab pembuatan peringatan dini siklon tropis untuk daerah tanggung jawab Indonesia diambil alih oleh Australia (interim arrangement), sampai suatu saat ketika Indonesia memiliki kemampuan yang cukup untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut.

Pada sidang RA V TCC tahun 2006 diputuskan bahwa Indonesia akan mengambil alih kembali daerah tanggung jawabnya pada musim siklon 2007/2008. TCWC Jakarta mulai resmi beroperasi pada tanggal 24 Maret 2008.

Pengoperasian TCWC Jakarta

  1. Latar belakang
  • Tanggung jawab internasional

Berdasarkan WMO Tropical Cyclone Operational Plan for South Pasific and South East Indian Ocean (TCP-24) edisi 2006, bahwa Indonesia harus mengoperasikan TCWC Jakarta untuk area 90° – 125° BT, 0 – 10° LS mulai musim siklon tropis 2007/2008.

  • Kebutuhan internal BMKG

Meskipun Indonesia bukan merupakan daerah lintasan siklon tropis, namun keberadaan siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia (Pasifik Barat Daya dan Samudra Hindia bagian Tenggara) turut berperan dalam pembentukan pola cuaca di wilayah Indonesia.

  1. Tugas dan tanggung jawab
  • tanggung jawab internasional untuk mengeluarkan dan menyebarluaskan informasi dan peringatan dini laut lepas (High Seas Warning) pada daerah tanggung jawab TCWC jakarta (90° – 125° BT, 0° – 10° LS)
  • mengeluarkan dan menyebarluaskan informasi dan peringatan dini siklon tropis dan cuaca buruk yang diakibatkannya bagi masyarakat di seluruh daratan dan pantai indonesia
  1. Aktivitas harian
  • monitoring harian siklon tropis di sekitar indonesia;
  • mengeluarkan serta menyebarluaskan informasi dan peringatan dini cuaca terkait dengan siklon tropis;
  • memberikan pemahaman bagi masyarakat luas mengenai siklon tropis dan dampak yang ditimbulkannya melalui kegiatan pendidikan publik;
  • penyusunan modul-modul untuk keperluan pelatihan prakirawan dan pendidikan di Akademi Meteorologi dan Geofisika jakarta; dan
  • penelitian mengenai siklon tropis dan pengembangan sistem penyelenggaraan TCWC Jakarta

 

 

Daftar Pustaka

Global Guide to Tropical Cyclone Forecasting. http://www.cawcr.gov.au/bmrc/pubs/tcguide/globa_guide_intro.htm

Khotimah, M.K. Siklon Dekat Ekuator.

Khotimah, M.K., 2008. Klimatologi Siklon Tropis Di Sekitar Indonesia. Buletin Meteorologi dan Geofisika.

Khotimah, M.K., A. F. Radjab, M. Budiarti. 2009. Siklon Tropis Kirrily: Anomali di Dekat Ekuator. Buletin Meteorologi dan Geofisika. April 2009.

Laporan Kegiatan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta 2007.

Laporan Tahunan 2008 Jakarta Tropical Cyclone Warning Center BMKG.

Operational Directive Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta 2010. V.1.0 Januari 2010.

Tropical Cyclone Records Central Pasific Hurricane Center, National Weather Servicehttp://www.prh.noaa.gov/cphc/pages/FAQ/Tropical_Cyclone_Records.php

WMO. Technical Document WMO/TD-No.292 Tropical Cyclone Programme Report No. TCP-24 Tropical Cyclone Operational Plan For The South Pasific and South-East Indian Ocean 2008 edition.

 

 


El Nino & Osilasi Selatan (ENSO)



STATIKA ATMOSFER – RADIASI (1)

PENDUHULUAN

Dalam ilmu fisika, ada tiga cara dalam mengangkut energi, yaitu dengan cara konduksi, cara konveksi dan cara radiasi. Cara konduksi bekerja pada material padat, melalui mekanisme “penularan” kalor, yang timbul akibat atom atau molekul pada material bersangkutan bergetar ketika menerima energi, kepada atom atau molekul tetangganya.

Cara konveksi bekerja pada material cair atau fluida, melalui mekanisme “antrian” atau “kontinual” kalor, yang terangkut dan mengalir bersama material bersangkutan. Sedangkan cara radiasi bekerja tidak melalui material apa pun, melainkan terpancar. Dengan kata lain, pengakutan energi melalui cara radiasi tidak memerlukan media, tetapi dengan cara terpancar. Bahkan, bila melalui media, intensitas energi berkurang dibandingkan intensitas asalnya.

Lumayan lama para ahli fisika memikirkan pengakutan energi melalui cara radiasi ini. Anggapan paling umum waktu itu adalah bahwa energi “didorong” atau “dilemparkan” dengan suatu gaya yang besar. Gaya seperti apa, baru dapat dijelaskan ketika para ahli fisika menemukan teori kinetik pada gas. Teori kinetik gas ini dapat menjelaskan hubungan antara pergerakan translasional (lurus) atom atau molekul gas dan suhu gas bersangkutan, melalui relasi:

,

dengan  adalah massa atom atau molekul,  adalah kelajuan lurus (translasional) atom atau molekul,  adalah konstanta Bolztmann yang besarnya  dan  adalah suhu gas dalam .

Persamaan ini menyatakan bahwa ada kesetaraan antara energi mekanik dan panas-dinginnya suatu material. Lebih khusus lagi, persamaan ini menyatakan bahwa “panas” (heat) adalah energi juga, yang ukuran kuantitatifnya adalah kalori.

Dari persamaan ini juga dapat disimpulkan bahwa (1) radiasi baru bisa terpancar atau teremisi jika ada beda suhu antara suhu suatu material dan suhu lingkungannya, (2) tiap material akan memancarkan energi sejauh material bersangkutan suhunya , dan sudah barang tentu material tidak akan memancarkan energi jika suhunya .

 

FOTON DAN SIFAT DUALISME PARTIKEL-GELOMBANG

Hasil pengukuran dan analisis spektroskopik mengenai radiasi energi yang dipancarkan oleh material panas atau sengaja di panaskan, seperti besi membara atau matahari, ditemukan fakta bahwa (1) “sesuatu” yang dipancarkan tersebut selain memiliki sifat sebagai partikel, ternyata juga memiliki sifat sebagai gelombang, dan (2) gelombang dimaksud ternyata memiliki ragam (spektrum) frekuensi atau panjang gelombang jamak, yang identik dengan struktur dan sifat gelombang elektromagnet.

Sifat dualisme gelombang elektromagnet ini kemudian dijelaskan dengan ilmu mekanika quatum yang waktu itu baru lahir, menyusul ilmu mekanika klasik (Mekanika Newton) yang tidak mampu menjelaskan fenomena mikrofisik, menjelaskan bahwa struktur radiasi gelombang elektromagnet bukanlah “sesuatu” yang kontinu, melainkan terkuantisasi atas paket-paket

Gambar 1. Struktur spektral energi gelombang elektromagnet hasil pengukuran di permukaan bumi, di puncak atmosfer dan perhitungan teoritik di permukaan matahari. Bagian-bagian yang gelap pada kurva hasil pengukuran di permukaan bumi menunjukkan efek penyerapan energi pada spektrum panjang gelombang tertentu oleh berbagai gas yang ada di atmosfer. Kurva garis putus pada suhu 6000o K merupakan asumsi tidak ada penyerapan oleh atmosfer. (Lacis and Hansen, 1973)

energi yang disebut foton (photon), yang arti aslinya adalah cahaya. Satu foton memiliki energi, yang besarnya bergantung kepada frekuensi  yang dibawanya, sebagai

,

dengan  adalah konstanta Planck yang besarnya  dan  adalah frekuensi gelombang foton dalam satuan , atau , atau .

Dalam teori gelombang, frekeuensi  memiliki relasi dengan kelajuan rambat gelombang  dan panjang gelombang  sebagai

.

Karena gelombang elektromagnet memiliki kelajuan rambat sama dengan kelajuan cahaya  , maka  ; sehingga energi satu foton menjadi

.

Gambar 2. Konsep mekanika klasik mengenai gelombang elektromagnet sebagai suatu aliran gelombang yang kontinu (kiri) dan konsep mekanika quatum sebagai suatu aliran energi yang memiliki sifat gelombang dan sekaligus sifat partikel, yang besarnya tertentu sesuai frekuensi gelombang yang dibawanya (kanan). Paket gelombang ini disebut foton.

Tugas pokok yang mesti dilakukan berdasarkan fakta empirik Gambar 1 adalah:

a)         Menurunkan rumusan fungsi matematik kurva pada Gambar 1, yang hakekatnya adalah banyaknya energi yang dipancarkan suatu material sumber untuk masing-masing frekuensi atau panjang gelombang (spectral radiant energy);

b)         Menurunkan rumus menghitung total banyaknya energi yang dipancarkan oleh suatu material sumber (total radiant energy);

c)          Menurunkan rumus menghitung pada frekuensi atau panjang gelombang berapa energi yang dipancarkan adalah maksimum (extreme spectral radiant energy).

 

REFERENSI

Lacis, Andrew A. and Hansen, James E., 1973: A Parameterization for the Absorption of Solar Radiation in the Earth’s Atmosphere, Journal of The Atmospheric Science, Volume 31.

Xiao, K., 2011: Dimensionless Constants and Blackbody Radiation Laws, Electronic Journal of Theoretical Physics, EJTP 8, No. 25, p379-388.

 

 


OBSERVASI UDARA PERMUKAAN

Referensi :
WMO No.8 : Guide to Meteorological Internasional and Observation System
WMO No.544 : Manual and GOS
WMO No. 821 : World Weather Watch
WMO No. 306 : Manual on Code
Dll ( petunjuk pengamat synoptic)

Synoptik berasal dari bahasa yunani dan synoptace berasal dari bahasa English.Syn artinya bersama dan optik artinya adalah melihat. Jadi dari kedua pengertian tersebut dapat diartikan bahwa synoptic adalah pengamatan yang dilakukan secara serentak pada jam yang sama. Disebut dengan synoptic dikarenakan pengamatan tersebut dilakukan di permukaan. Observasi adalah pengamatan atau dengan kata lain suatu kegiatan yang mengamati sesuatu.
Jadi secara definisi umum observasi udaran permukaan (synoptic) adalah :
Rangkaian proses kegiatan mengadakan berdasarkan aturan atau prosedur yang ditentukan untuk menilai satu atau lebih dari parameter tertentu guna mendapatkan hasil output secara kuantitaf (bias diukur atau menggunakan alat ukur) dan kualitatif (tanpa alat) . Yang harus diamati adalah suhu, tekanan, kelembapan, arah angin, awan, visibility, weather, penyinaran, penguapan, hujan, dan keadaan tanah.
ATMOSFER BUMI
Atmosfer berasal dari dua kata Yunani yaitu atmos berarti uap dan sphaira berarti bulatan jadi atmosfer adalah lapisan gas yang menyelubungi bumi. Atmosfer memiliki beberapa lapisan dari yang terendah sampai tertinggi. Karena keadaan cuaca di suatu tempat selalu berubah seluruh cuaca berada di troposfer ( yang merupakan lapisan terendah). Berikut adalah lapisan atmosfer dari rendah sampai yang tinggi :
• Troposfer : Troposfer adalah lapisan paling bawah dengan ketebalan lapisan rata-rata 10 km
• Stratosfer : terletalk diatas troposfer pada ketinggian 10 dan 60 km
• Mesosfer : terletak di atas stratopause dari ketinggian 60 sampai 85 km
• Termosfer : terletak pada ketinggian 85 km sampai 300 km

Ket : Suhu turun terhadap ketinggian dengan rata-rata 0.65˚C/100 m (lapse rate). Ketinggian tropopause di tiap daerah juga berbeda, misalnya di ekuator ketinggianya mencapai 17-18 km dengan suhu sekitar -85˚C, sementara di kutub ketinggian hanya 6-8 km dengan suhu sekitar -60˚C. Karena semua unsure cuaca terdapat di troposfer, maka awan tidak dapat menembus tropopause, misalnya awan cumulusnimbus ( hujan raksasa yang menghasilkan banyak petir) ketinggiannya hanya sekitar 17-18 km.
Troposfer merupakan lapisan terendah atmosfer bumi (0-15 km). Lapisan ini berisi gas-gas ideal yang menopang kehidupan makhluk hidup di bumi. Lapisan ini adalah lapisan paling tipis dibandingkan lapisan lainnya. Segala unsure cuaca ada di lapisan ini. Di troposfer terjadi penurunan suhu secara tetap terhadap ketinggian ( rata-rata 0.65˚C/100 m).

UNSUR METEOROLOGI YANG DIAMATI
1. Suhu => thermometer, suhu, kelembapan,dew point
2. Angin => arah dan kecepatan dengan alat anemometer
3. Awan => jumlah, jenis, tinggi dasar dan tinggi puncak awan, sudut
elevasi
4. Tekanan Udara => dengan alat barometer
5. Visibility => jarak pandang mendatar (perkiraan= transmisometer)
6. Hujan => alat penakar huja (penakar hujan biasa dan penakar hujan
otomatis)
7. Penyinaran Matahari => dengan menggunakan campble stokes (alat)
8. Penguapan => alat yang digunakan adalah panic penguapan terbuka
(evaporimeter)
9. Keadaan Tanah => dilihat dari tanahnya saja kering atau basah
PENGAMATAN SYNOP
Fase I
Kegiatan/Aktivitas
a. Melihat
b. Membaca/mencatat
c. Mengukur
d. Menghitung
e. Memperkirakan
f. Evaluasi
g. Mengkode
h. Pengiriman/pertukaran berita (8 kali/hari)
Jam Observasi
– Jam utama/pokok : 00.00 ; 06.00 ; 12.00 ; 18.00 ; UTC (8 kali/hari)
– Jam penting/sela/perantara : 03.00 ; 09.00 ; 15.00 ; 21.00 (3 kali/hari)
– Jam biasa : 01.00 ; 02.00 ; 04.00 ; 05.00 dst ( 16 kali/ hari)

Fase II (Kumpulan berita/data synop)
a. Pengolahan data
b. Penyajian (klimat-synop)
c. Pengiriman/real time (1 bulan = 1 kali)
d. Penyimpanan/ pengarsipan
Alat Bantu
1. Alat ukur dan komunikasi
2. Pedoman/aturan/informasi
3. Sarana/prasarana pendukung lainnya
Sasaran /obyek yang diamati adalah cuaca. Dari pengamatan tersebut maka akan diperoleh data berupa data kualitas dan kuantitas. Setelah mendapat data-data tersebut maka wajib dikirim pada jam yang telah ditentukan.

STASIUN PENGAMATAN
Fungsi dari stasiun pengamatan adalah : untuk melakukan kegitan. Kegiatan yang dilakukan antara lain
1. Kegiatan Operasional
Dalam kegiatan operasional ini pengamatan yang dilakukan mencakup hal sebagai berikut :
– Pengamatan (Meteo) yaitu synop, aerologi, maritim, klimat, radar cuaca, satelit cuaca, penerbangan
– Pelayanan yaitu meliputui kegiatan sumber daya manusia (observer dan analis)
Ruang Lingkup Synop
1. Pengamatan cuaca (termasuk mengantisipasi)
2. Pemeliharaan peralatan
3. Laporan operasional
4. Penyimpanan dan Pengarsipan
5. Pengolahan Data synop
Jaringan
Yang dimaksud dengan jaringan adalah : pengamatan yang melakukan aktivitas operasional yang sama berdasarkan aturan/ketentuan standar. Meteorological Observation Network adalah kumpulan tempat “ pengamatan cuaca dari Negara”. Anggota WMO melakukan aktivitas operasional yang sama berdasarkan aturan /pedoman standar yang ditetapkan oleh WMO. Aturan dasar WMO tersebut adalah dalam UTC observasi dilakukan dalam 24 jam/hari dan pengiriman data dilakukan 8 kali/hari.
Tingkatan Jaringan
Tingkatan jaringan dibedakan atas 3 tingkatan yaitu :
a. National Observation Network
Jaringan yang ditetapkan oleh anggota dari Negara. Stasiun terpilih ditentukan oleh anggota WMO yang ditentukan sebagai stasiun basic. Indonesia memiliki 60 stasiun besar yaitu 58 stasiun BMKG dan stasiun TNI-AU. Stasiun Basic sewaktu-waktu dapat dipindahkan oleh Negara bila kondisinya tidak memungkinkan. Negara anggota WMO wajib membuat Laporan.
b. Regional Observation Network
Bumi dibagi menjadi region dan antartika. Yang termasuk ke dalam region 5 yaitu Malaysia, Filiphina, Indonesia, Kep. Melanesia, Australia, Singapura dkk.
c. Global Observation Network
Gabungan dari seluruh stasiun basic di seluruh Negara (seluruh dunia)/ gabungan dari jaringan-jaringan regional di permukaan bumi. Kumpulan jaringan regional yang ada di permukaan bumi, globalnya RA I- RA VI dan antartika.
RA I, jumlah stasiun 704, Afrika
RA II Negara Asia 1174 stasiun
RA III Amerika Selatan 338 stasiun
RA IV Amerika Tengah dan Utara 583 stasiun
RA V Indonesia dan Pasifik barat daya, 362 stasiun (60 = Indonesia)
RA VI Negara Eropa, 843 stasiun
Antartika 35 stasiun
Jumlahnya adalah 4039 stasiun

Perbedaan stasiun Basic dan Non Basic
No Uraian Stasiun Basic Stasiun Non Basic
1 Jarak 250-300 km 150 km
2 Kewajiban Observasi/hari, pertukaraan 8 kali/hari
(start : 00.00 UTC) Sesuai kemampuan
3 status Jariangan regional dan global Bagian dengan jaringan nasiuonal
Tujuan : kerapatan, jaringan nasional, kebutuhan pelayanan.

Ketentuan-ketentuan Stasiun Pengamat Cuaca (WMO)
– Harus terdaftar di WMO
– Harus memiliki koordinat dan elevasi
– Memiliki identitas (IIiii)
– Memiliki jaringan komunikasi
– Melakukan tugas observasi yaitu synop dan aerologic
Contoh
Hasil pengamatan jam 07.00 di Stasiun Pondok betung di peroleh data sebagai berikut angin dari timur dengan kecepatan 7 knots. Dilihat dari anemometer visibility 7 km. keadaan cuaca waktu pengamatan pada umumnya awan.


Berikut ini adalah Jadwal MotoGP 2012 Dan Jam Tayang Trans 7 yang dapat saya berikan.

 

8 April, Jadwal MotoGP Losail Qatar

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 22:00 – 22:40

Moto2 Qualifikasi : sabtu : 22:55 – 23:40

MotoGP Qualifikasi : 23:55 – (Minggu) 00:55

Moto3 Race : Minggu 23:00

Moto2 Race : Senin 00:20

MotoGP Race : Senin 02:00

 

29 April, Jadwal MotoGP Jerez de la Frontera Spanyol

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 18:00 – 18:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 18:55 – 19:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 20:10 – 20:55

Moto3 Race : Minggu 16:00

Moto2 Race : Minggu 17:20

MotoGP Race : Minggu 19:00

 

6 Mei, Jadwal MotoGP Estoril Portugal

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 19:00 – 19:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 19:55 – 20:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 21:10 – 21:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 20:30

Moto2 Race : Minggu 17:20

MotoGP Race : Minggu 19:00

 

 

20 Mei, Jadwal MotoGP Le Mans France

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 18:00 – 18:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 18:55 – 19:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 20:10 – 20:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 16:00

Moto2 Race : Minggu 17:20

MotoGP Race : Minggu 19:00

 

 

3 Juni, Jadwal MotoGP Catalunya – Catalunya

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 18:00 – 18:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 18:55 – 19:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 20:10 – 20:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 16:00

Moto2 Race : Minggu 17:20

MotoGP Race : Minggu 19:00

 

 

17 Juni, Jadwal MotoGP Silverstone Inggris Great Britain

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 19:00 – 19:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 19:55 – 20:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 21:10 – 21:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 20:30

Moto2 Race : Minggu 17:20

MotoGP Race : Minggu 19:00

 

 

30 Juni, Jadwal MotoGP Assen Belanda**

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

 

 

Moto3 Qualifikasi : Jumat : 18:00 – 18:40

MotoGP Qualifikasi: Jumat : 18:55 – 19:55

Moto2 Qualifikasi : Jumat : 20:10 – 20:55

 

 

Moto3 Race : Sabtu 16:00

Moto2 Race : Sabtu 17:20

MotoGP Race : Sabtu 19:00

 

 

8 Juli, Jadwal MotoGP Sachsenring Jerman

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 18:00 – 18:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 18:55 – 19:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 20:10 – 20:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 19:30

Moto2 Race : Minggu 16:20

MotoGP Race : Minggu 18:00

 

 

15 Juli, Jadwal MotoGP Mugello Italia

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 18:00 – 18:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 18:55 – 19:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 20:10 – 20:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 16:00

Moto2 Race : Minggu 17:20

MotoGP Race : Minggu 19:00

 

 

29 Juli, Jadwal MotoGP Laguna Seca United States***

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

 

 

MotoGP Qualifikasi: Minggu : 03:55 – 04:55

MotoGP Race : Senin 04:00

 

 

19 Agustus, Jadwal MotoGP Indianapolis Indianapolis

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

 

 

Moto3 Qualifikasi : Minggu : 00:00 – 00:40

MotoGP Qualifikasi: Minggu : 00:55 – 01:55

Moto2 Qualifikasi : Minggu: 02:10 – 02:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 22:00

Moto2 Race : Minggu 23:20

MotoGP Race : Senin 01:00

 

 

26 Agustus, Jadwal MotoGP Brno Czech Rep.

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 18:00 – 18:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 18:55 – 19:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 20:10 – 20:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 16:00

Moto2 Race : Minggu 17:20

MotoGP Race : Minggu 19:00

 

 

16 September, Jadwal MotoGP Misano San Marino & Riviera di Rimini

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7:

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 18:00 – 18:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 18:55 – 19:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 20:10 – 20:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 16:00

Moto2 Race : Minggu 17:20

MotoGP Race : Minggu 19:00

 

 

30 September, Jadwal MotoGP Motorland Aragon

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 18:00 – 18:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 18:55 – 19:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 20:10 – 20:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 16:00

Moto2 Race : Minggu 17:20

MotoGP Race : Minggu 19:00

 

 

14 Oktober, Jadwal MotoGP Motegi Japan

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 11:00 – 11:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 11:55 – 12:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 20:10 – 20:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 10:00

Moto2 Race : Minggu 11:20

MotoGP Race : Minggu 13:00

 

 

21 Oktober, Jadwal MotoGP Sepang Malaysia

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 12:00 – 12:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 12:55 – 12:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 14:10 -14:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 12:00

Moto2 Race : Minggu 13:20

MotoGP Race : Minggu 15:00

 

 

28 Oktober, Jadwal MotoGP Phillip Island Australia

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 10:00 – 10:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 11:55 – 11:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 12:10 -12:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 09:00

Moto2 Race : Minggu 10:20

MotoGP Race : Minggu 12:00

 

 

11 November, Jadwal MotoGP Ricardo Tormo Valencia – Valencia

Jadwal Race Motogp dan Jam Tayang Trans7

 

 

Moto3 Qualifikasi : Sabtu : 19:00 – 19:40

MotoGP Qualifikasi: Sabtu : 19:55 – 20:55

Moto2 Qualifikasi : Sabtu : 21:10 -21:55

 

 

Moto3 Race : Minggu 17:00

Moto2 Race : Minggu 18:20

MotoGP Race : Minggu 20:00

 

 

* Race Malam

** Race Hari Sabtu

*** Kelas MotoGP saja

Belum ada konfirmasi jadwal dari trans7

Untuk versi PDF bisa di donwload di Jadwal MotoGP 2012 PDF

 

Semoga Bermanfaat dan sekian dulu mengenai Jadwal MotoGP 2012 Trans 7 ini.Semoga teman – teman dapat selalu mengikuti  MotoGP 2012 Dan yang Tayang di Trans 7.

Jadwal MotoGP 2012 Dan Jam Tayang Trans 7 – Terima kasih untuk sobat yang telah membaca artikel Jadwal MotoGP 2012 Dan Jam Tayang Trans 7, persembahan dari Sesuatu Banget! dengan alamat url http://sessuatubanget.blogspot.com/2012/02/jadwal-motogp-2012-dan-jam-tayang-trans.html, Bagaimana sobat atikel Jadwal MotoGP 2012 Dan Jam Tayang Trans 7 ini apakah bermanfaat bagi sobat?, Artikel yang lain yang berhubungan dengan Jadwal MotoGP 2012 Dan Jam Tayang Trans 7 sobat bisa lihat daftarnya dibawah.

 

 

Read more: Jadwal MotoGP 2012 Dan Jam Tayang Trans 7 | Sesuatu Banget! http://sessuatubanget.blogspot.com/2012/02/jadwal-motogp-2012-dan-jam-tayang-trans.html#ixzz1lTeEMG6

osilasi tropis (MJO)


Osilasi Tropis (MJO)


Alat Ukur Arah & Kecepatan Angin

Pengamatan unsur-unsur cuaca dan iklim memerlukan alat-alat meteorologi yang bersifat peka, kuat, sederhana dan teliti. Ditinjau dari cara pembacaannya, alat meteorologi terdiri atas dua jenis, yaitu:

  •  Recording yaitu alat yang dapat mencatat data secara terus-menerus, sejak    pemasangan hingga pergantian alat berikutnya. Contoh : barograph dan  anemograph.
  •  Non recording yaitu alat yang digunakan bila datanya harus dibaca pada saat-saat tertentu untuk memperoleh data. Contoh: barometer, termometer dan anemometer.

Fungsi Anemometer

Angin merupakan suatu vektor yang mempunyai besaran dan arah. Besaran yang dimaksud adalah kecepatannya sedang arahnya adalah darimana datangnya angin.

Kecepatan angin dihitung dari jelajah angin (cup counter anemometer) dibagi waktu (lamanya periode pengukuran).

Arah angin ditunjukkan oleh wind‑vane yang dihubungkan dengan alat penunjuk arah mata angin atau dalam angka. Angka 360 derajat berarti ada angin dari utara, angka 90 ada angin dari Timur, demikian seterusnya.

Mengukur arah angin haruslah ada angin atau cup‑counter anemometer dalam keadaan bergerak.

Pergerakan udara atau angin umumnya diukur dengan alat yaitu anemometer. yang didalamnya terdapat dua sensor, yaitu: cup counter sensor untuk kecepatan angin dan  wind vane sensor untuk arah angin.

Satuan meteorologi dari kecepatan angin adalah Knotsknots, km/jam, mil/jam atau satuan kecepatan lainnya yang relevan. Sedangkan satuan meteorologi dari arah angin adalah derajat       (0o – 360o). Anemometer harus ditempatkan di daerah terbuka.

Instalasi Anemometer

1. Letaknya harus bebas hambatan, idealnya berjarak 10x dari tinggi hambatan.

2. Ketinggian Anemometer = 10 meter

3. Tiang harus kuat dan diberi pijakan untuk dinaiki.

4. Penahan tiang diberi pondasi dan labrang àsalahsatu labrang menghadap utara dari tiang anemometerdan antar labrang membentuk sudut 1200.

5. Bila sensor WS dan WD terpisah, makakedudukannya menghadap Utara-selatan.

6. Bila menggunakan Solar Cell, dipasang menghadapselatan dengan sudut 10-300

7. Untuk proteksi dipasang Lighting Protector, sourgeprotektor dan line protector.

8. Bila dipasang tersendiri maka harus diberi pagar

Tipe Anemometer

Anemometer sendiri terdapat dua tipe secara umum.

Tipe tersebut adalah sebagai berikut:

a.            Anemometer dengan tiga atau empat mangkok

Sensornya terdiri dari tiga atau empat buah mangkok yang dipasang pada jari-jari yang berpusat pada suatu sumbu vertikal atau semua mangkok tersebut terpasang pada poros vertikal. Seluruh mangkok menghadap ke satu arah melingkar sehingga bila angin bertiup maka rotor berputar pada arah tetap. Kecepatan putar dari rotor tergantung kepada kecepatan tiupan angin. Melalui suatu sistem mekanik roda gigi, perputaran rotor mengatur sistem akumulasi angka penunjuk jarak tiupan angin. Anemometer tipe “cup counter” hanya dapat mengukur rata-rata kecepatan angin selama suatu periode pengamatan. Dengan alat ini penambahan nilai yang dapat dibaca dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, menyatakan akumulasi jarak tempuh angin selama waktu dari kedua pengamatan tersebut, sehingga kecepatan anginnya adalah sama dengan akumulasi jarak tempuh tersebut dibagi lama selang waktu pengamatannya.

b.            Anemometer Termal

Anemometer ini merupakan satu sensor yang digunakan untuk mengukur kecepatan fluida (angin) sesaat. Cara kerja dari sensor ini berdasarkan pada jumlah panas yang hilang secara konvektif dari sensor ke lingkungan sekeliling sensor. Besarnya panas yang dipindahkan dari sensor secara langsung berhubungan dengan kecepatan fluida yang melewati sensor. Jika hanya kecepatan fluida yang berubah, maka panas yang hilang bisa diinterpretasikan sebagai kecepatan fluida tersebut. Kerja Anemometer ini mengikuti prinsip tabung pitot, yaitu dihitung dari tekanan statis dan tekanan kecepatan.

Proses Pengukuran Anemometer

  • Berikut contoh perhitungan sederhana kecepatan angin yang diukur dengan anemometer tiga mangkok. Panjang lingkaran susunan mangkok-mangkok adalah 3 m, dan susunan itu pada suatu waktu berputar 20 kali dalam waktu 10 detik, maka kecepatan angin dapat dihitung :       [(20×3)m/10 dt = 6 m/dt]
  • Untuk memudahkan menghitung putaran dari pada piringan anemometer maka salah satu mangkok diberi warna lain.
  • Sehubungan dengan karena adanya perbedaan kecepatan angin dari berbagai ketinggian yang berbeda, maka tinggi pemasangan anemometer ini biasanya disesuaikan dengan tujuan atau kegunaannya. Untuk bidang agroklimatologi dipasang dengan ketinggian sensor (mangkok) 2 meter di atas permukaan tanah. Untuk mengumpulkan data penunjang bagi pengukuran penguapan Panci Kelas A, dipasang anemometer setinggi 0,5 m. Di Stasiun untuk pengukuran angin permukaan dan keperluan penerbangan, pemasangan umumnya setinggi 10 m. Dipasang didaerah terbuka pada pancang yang cukup kuat. Untuk keperluan navigasi alat harus dipasang pada jarak 10 x tinggi faktor penghalang seperti adanya bangunan atau pohon.

ALAT UKUR PARAMETER CUACA ELEKTRONIK / DIGITAL

Digital Barometer

Barometer elektronik pada hakikatnya adalah barometer yang menggunakan sensor tekanan udara dengan output perubahan besaran listrik seperti: voltage, resistance, current atau frequency. Dengan output ini akan lebih memudahkan untuk dilakukan pengolahan dalam rangkaian elektronik, data logger atau komputer.