OBSERVASI UDARA PERMUKAAN

Referensi :
WMO No.8 : Guide to Meteorological Internasional and Observation System
WMO No.544 : Manual and GOS
WMO No. 821 : World Weather Watch
WMO No. 306 : Manual on Code
Dll ( petunjuk pengamat synoptic)

Synoptik berasal dari bahasa yunani dan synoptace berasal dari bahasa English.Syn artinya bersama dan optik artinya adalah melihat. Jadi dari kedua pengertian tersebut dapat diartikan bahwa synoptic adalah pengamatan yang dilakukan secara serentak pada jam yang sama. Disebut dengan synoptic dikarenakan pengamatan tersebut dilakukan di permukaan. Observasi adalah pengamatan atau dengan kata lain suatu kegiatan yang mengamati sesuatu.
Jadi secara definisi umum observasi udaran permukaan (synoptic) adalah :
Rangkaian proses kegiatan mengadakan berdasarkan aturan atau prosedur yang ditentukan untuk menilai satu atau lebih dari parameter tertentu guna mendapatkan hasil output secara kuantitaf (bias diukur atau menggunakan alat ukur) dan kualitatif (tanpa alat) . Yang harus diamati adalah suhu, tekanan, kelembapan, arah angin, awan, visibility, weather, penyinaran, penguapan, hujan, dan keadaan tanah.
ATMOSFER BUMI
Atmosfer berasal dari dua kata Yunani yaitu atmos berarti uap dan sphaira berarti bulatan jadi atmosfer adalah lapisan gas yang menyelubungi bumi. Atmosfer memiliki beberapa lapisan dari yang terendah sampai tertinggi. Karena keadaan cuaca di suatu tempat selalu berubah seluruh cuaca berada di troposfer ( yang merupakan lapisan terendah). Berikut adalah lapisan atmosfer dari rendah sampai yang tinggi :
• Troposfer : Troposfer adalah lapisan paling bawah dengan ketebalan lapisan rata-rata 10 km
• Stratosfer : terletalk diatas troposfer pada ketinggian 10 dan 60 km
• Mesosfer : terletak di atas stratopause dari ketinggian 60 sampai 85 km
• Termosfer : terletak pada ketinggian 85 km sampai 300 km

Ket : Suhu turun terhadap ketinggian dengan rata-rata 0.65˚C/100 m (lapse rate). Ketinggian tropopause di tiap daerah juga berbeda, misalnya di ekuator ketinggianya mencapai 17-18 km dengan suhu sekitar -85˚C, sementara di kutub ketinggian hanya 6-8 km dengan suhu sekitar -60˚C. Karena semua unsure cuaca terdapat di troposfer, maka awan tidak dapat menembus tropopause, misalnya awan cumulusnimbus ( hujan raksasa yang menghasilkan banyak petir) ketinggiannya hanya sekitar 17-18 km.
Troposfer merupakan lapisan terendah atmosfer bumi (0-15 km). Lapisan ini berisi gas-gas ideal yang menopang kehidupan makhluk hidup di bumi. Lapisan ini adalah lapisan paling tipis dibandingkan lapisan lainnya. Segala unsure cuaca ada di lapisan ini. Di troposfer terjadi penurunan suhu secara tetap terhadap ketinggian ( rata-rata 0.65˚C/100 m).

UNSUR METEOROLOGI YANG DIAMATI
1. Suhu => thermometer, suhu, kelembapan,dew point
2. Angin => arah dan kecepatan dengan alat anemometer
3. Awan => jumlah, jenis, tinggi dasar dan tinggi puncak awan, sudut
elevasi
4. Tekanan Udara => dengan alat barometer
5. Visibility => jarak pandang mendatar (perkiraan= transmisometer)
6. Hujan => alat penakar huja (penakar hujan biasa dan penakar hujan
otomatis)
7. Penyinaran Matahari => dengan menggunakan campble stokes (alat)
8. Penguapan => alat yang digunakan adalah panic penguapan terbuka
(evaporimeter)
9. Keadaan Tanah => dilihat dari tanahnya saja kering atau basah
PENGAMATAN SYNOP
Fase I
Kegiatan/Aktivitas
a. Melihat
b. Membaca/mencatat
c. Mengukur
d. Menghitung
e. Memperkirakan
f. Evaluasi
g. Mengkode
h. Pengiriman/pertukaran berita (8 kali/hari)
Jam Observasi
– Jam utama/pokok : 00.00 ; 06.00 ; 12.00 ; 18.00 ; UTC (8 kali/hari)
– Jam penting/sela/perantara : 03.00 ; 09.00 ; 15.00 ; 21.00 (3 kali/hari)
– Jam biasa : 01.00 ; 02.00 ; 04.00 ; 05.00 dst ( 16 kali/ hari)

Fase II (Kumpulan berita/data synop)
a. Pengolahan data
b. Penyajian (klimat-synop)
c. Pengiriman/real time (1 bulan = 1 kali)
d. Penyimpanan/ pengarsipan
Alat Bantu
1. Alat ukur dan komunikasi
2. Pedoman/aturan/informasi
3. Sarana/prasarana pendukung lainnya
Sasaran /obyek yang diamati adalah cuaca. Dari pengamatan tersebut maka akan diperoleh data berupa data kualitas dan kuantitas. Setelah mendapat data-data tersebut maka wajib dikirim pada jam yang telah ditentukan.

STASIUN PENGAMATAN
Fungsi dari stasiun pengamatan adalah : untuk melakukan kegitan. Kegiatan yang dilakukan antara lain
1. Kegiatan Operasional
Dalam kegiatan operasional ini pengamatan yang dilakukan mencakup hal sebagai berikut :
– Pengamatan (Meteo) yaitu synop, aerologi, maritim, klimat, radar cuaca, satelit cuaca, penerbangan
– Pelayanan yaitu meliputui kegiatan sumber daya manusia (observer dan analis)
Ruang Lingkup Synop
1. Pengamatan cuaca (termasuk mengantisipasi)
2. Pemeliharaan peralatan
3. Laporan operasional
4. Penyimpanan dan Pengarsipan
5. Pengolahan Data synop
Jaringan
Yang dimaksud dengan jaringan adalah : pengamatan yang melakukan aktivitas operasional yang sama berdasarkan aturan/ketentuan standar. Meteorological Observation Network adalah kumpulan tempat “ pengamatan cuaca dari Negara”. Anggota WMO melakukan aktivitas operasional yang sama berdasarkan aturan /pedoman standar yang ditetapkan oleh WMO. Aturan dasar WMO tersebut adalah dalam UTC observasi dilakukan dalam 24 jam/hari dan pengiriman data dilakukan 8 kali/hari.
Tingkatan Jaringan
Tingkatan jaringan dibedakan atas 3 tingkatan yaitu :
a. National Observation Network
Jaringan yang ditetapkan oleh anggota dari Negara. Stasiun terpilih ditentukan oleh anggota WMO yang ditentukan sebagai stasiun basic. Indonesia memiliki 60 stasiun besar yaitu 58 stasiun BMKG dan stasiun TNI-AU. Stasiun Basic sewaktu-waktu dapat dipindahkan oleh Negara bila kondisinya tidak memungkinkan. Negara anggota WMO wajib membuat Laporan.
b. Regional Observation Network
Bumi dibagi menjadi region dan antartika. Yang termasuk ke dalam region 5 yaitu Malaysia, Filiphina, Indonesia, Kep. Melanesia, Australia, Singapura dkk.
c. Global Observation Network
Gabungan dari seluruh stasiun basic di seluruh Negara (seluruh dunia)/ gabungan dari jaringan-jaringan regional di permukaan bumi. Kumpulan jaringan regional yang ada di permukaan bumi, globalnya RA I- RA VI dan antartika.
RA I, jumlah stasiun 704, Afrika
RA II Negara Asia 1174 stasiun
RA III Amerika Selatan 338 stasiun
RA IV Amerika Tengah dan Utara 583 stasiun
RA V Indonesia dan Pasifik barat daya, 362 stasiun (60 = Indonesia)
RA VI Negara Eropa, 843 stasiun
Antartika 35 stasiun
Jumlahnya adalah 4039 stasiun

Perbedaan stasiun Basic dan Non Basic
No Uraian Stasiun Basic Stasiun Non Basic
1 Jarak 250-300 km 150 km
2 Kewajiban Observasi/hari, pertukaraan 8 kali/hari
(start : 00.00 UTC) Sesuai kemampuan
3 status Jariangan regional dan global Bagian dengan jaringan nasiuonal
Tujuan : kerapatan, jaringan nasional, kebutuhan pelayanan.

Ketentuan-ketentuan Stasiun Pengamat Cuaca (WMO)
– Harus terdaftar di WMO
– Harus memiliki koordinat dan elevasi
– Memiliki identitas (IIiii)
– Memiliki jaringan komunikasi
– Melakukan tugas observasi yaitu synop dan aerologic
Contoh
Hasil pengamatan jam 07.00 di Stasiun Pondok betung di peroleh data sebagai berikut angin dari timur dengan kecepatan 7 knots. Dilihat dari anemometer visibility 7 km. keadaan cuaca waktu pengamatan pada umumnya awan.